LESSON PLAN SOCIOLOGY (Masyarakat Multikultural)

Posted on | Monday, November 4, 2013 | 1 Comment



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
No: 6

Sekolah                                   : SMA/MA
Mapel                                     : Sosiologi
Kelas/Semester                      : XI/2
Alokasi waktu                        : 6 x 45 menit (3 x pertemuan)

A. Standar Kompetensi
            2. Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
B. Kompetensi Dasar
2.3. Menganalisis keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
C. Indikator pencapaian kompetensi:
·      Memperjelas pengertian masyarakat multikultural.
·      Memperjelas pengertian multikulturalisme.
·      Menganalisis faktor penyebab terjadinya kemajemukan dalam masyarakat multikultural.
·      Menyimpulkan pengaruh perubahan sosial terhadap perkembangan masyarakat multikultural.


D. Tujuan pembelajaran
Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan mampu:
1)      Kognitif
·      memperjelas pengertian masyarakat multikultural
·      memperjelas pengertian multikulturalisme
·      menganalisis dinamika kelompok dalam masyarakat multikultural
·      Menyimpulkan pengaruh perubahan sosial terhadap perkembangan masyarakat multikultural.

2)        Afektif (pengembangan karakter)
·      rasa kebanggaan
·      rasa percaya diri
·      saling menghargai/toleransi
·      empati

E. Materi ajar: Masyarakat multikultural (masyarakat majemuk)

F. Pendekatan, metode, model, dan teknik pembelajaran
1.    Pendekatan                         : student center learning
2.    Metode                               : cooperative learning
3.    Model pembelajaran         : STAD
4.    Teknik                                 : informasi, penugasan

G. Langkah-langkah/ skenario pembelajaran
           
            1) Kegiatan pendahuluan (10 menit):
1.    Guru mengajak siswa memulai pembelajaran dengan membaca doa.
2.    Menggali informasi kondisi awal siswa di kelas.
3.    Guru memberikan informasi kepada siswa tentang materi yang akan mereka pelajari, tujuan pembelajaran dan  pemberian motivasi agar siswa tertarik pada materi.
4.    Guru memberikan apersepsi yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari.
5.    Memotivasi siswa dengan mengkaitkan materi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

            2) Kegiatan inti (25 menit):
                 A. Eksplorasi
1.    Meminta siswa untuk memperhatikan penjelasan konsep materi.
2.    Menumbuhkan rasa keingintahuan siswa melalui tanya jawab.
3.    Guru mensosialisasikan kepada siswa tentang model pembelajaran yang digunakan dengan tujuan agar siswa mengenal dan memahamimya.
4.    Guru membentuk siswa kedalam kelompok yang sudah direncanakan.
5.    Guru mendemonstrasikan konsep atau keterampilan secara aktif dengan menggunakan alat bantu atau manipulatif lain.
6.    Guru membagikan lembar kerja siswa (LKS) sebagai bahan diskusi kepada masing-masing kelompok.
7.    Memfasilitasi siswa utuk mengerjakan LKS secara rapi dan teliti.
B. Elaborasi
1.    Memfasilitasi siswa untuk mengerjakan LKS di setiap kelompok tentang pengertian masyarakat multikultural dan dinamika kelompok dalam masyarakat multikultural.
2.    Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
3.    Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut.
4.    Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antarsiswa serta antara siswa dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya.
5.    Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif.
6.    Memfasilitasi siswa dalam melakukan diskusi di dalam kelompok dengan memantau kerja sama, kejujuran, komunikasi antar anggota dan saling menghargai pendapat temannya.
7.    Memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis secara individual maupun kelompok.
8.    Guru memantau kerja dari tiap kelompok dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan.

C. Konfirmasi
1.    Guru memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasil kerja secara individual maupun kelompok.
2.    Guru menjadi nara sumber untuk menjawab pertanyaan siswa jika dibutuhkan.
3.    Memberikan  umpan  balik  positif  dan  penguatan  dalam  bentuk  lisan,  tulisan,  isyarat,  maupun  hadiah terhadap keberhasilan proses pembelajaran siswa.
4.    Membantu menyelesaikan masalah siswa.
5.    Memberi motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi secara aktif.

 3) Kegiatan akhir (10 menit):
1.    Bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
2.    Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.
3.    Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling  dan/atamemberikan  tugas  baik  tugas  individual  maupukelompok  sesuai  dengahasil belajar siswa.
4.    Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
5.    Doa penutup.

H. Sumber/bahan/alat ajar
·      Buku/ sumber ajar:
1.    BSE Sosiologi Kelas XI hlm.75-94.
2.    Buku Sosiologi SMA kelas 2 ESIS hlm.158-177.
3.    Kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat.
4.    Media massa seperti majalah, koran, internet dan buku-buku tambahan.
·      Bahan ajar:
     LKS
·      Alat/media ajar:
   papan tulis, alat-alat tulis, power point, LCD proyektor.

I. Penilaian
1) Penilaian kognitif:
·      Teknik penilaian: tes tertulis
·      Bentuk soal: esai (tidak berstruktur)
·      Contoh instrumen: LP1
·      Teknik penskoran: skor yang diperoleh : jumlah skor x 100%
·      Kunci jawaban: terlampir
2) Penilaian afektif (pengembangan karakter)
·      Teknik penilaian: non tes
·      Bentuk penilaian: observasi
·      Contoh instrumen: LP2
LP1: LKS (PENILAIAN KOGNITIF)
TUGAS 1
Kelompok 1 (suku ................):
1.      Budaya:
o  Semboyan tradisional: ..........
o  Simbol adat: ...........
o  Pakaian adat: .........
o  Rumah adat: .........
o  Makanan tradisional: ............
o  Permainan tradional: ...........
o  Senjata tradisional: ........
o  Tarian tradisional: ........
o  Lagu daerah: ..........
o  Adat pernikahan: ..........
..........
..........
o  Adat kelahiran: ............
..........
..........
o  Adat kematian: ...........
..........
..........
o  Cara adat penyelesaian konflik .........
...........
o  Kelebihan suku .............:
.........
.........
o  Kelemahan suku .............:
.........
.........

 TUGAS 2
1) KASUS PRIMORDIALISME

Hamid adalah seorang sarjana yang sudah lama mencari pekerjaan, namun sampai sekarang belum mendapatkannya juga. Pada suatu hari Hamid membawa surat kabar pada kolom lowongan pekerjaan. Hatinya tertarik pada kolom iklan lowongan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya pada hari berikutnya setelah mempersiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan. Hamid berangkat ke alamat yang tertera pada iklan tersebut, sesampainya di sana ternyata sudah banyak pelamar yang akan mendaftarkan diri dan nampaknya mereka banyak yang berasal dari luar daerah. Berbagai tes pun dijalani Hamid, mulai dari psikotes sampai pada tes wawancara, pada tes wawancara si pewawancara (dari suku bangsa yang berbeda) langsung melontarkan beberapa pertanyaan kepada Hamid sambil bersenda gurau (agaknya agar tidak tegang). Akan tetapi pada obrolan terakhir Hamid sangat terperanjat karena si pewawancara mengatakan bahwa sebenarnya Hamid nilainya lebih bagus daripada para pendaftar lain termasuk pendaftar yang sesuku dengan si pewawancara. Namun pada akhirnya si pewawancara memutuskan menerima yang sesuku dengan si pewawancara meskipun nilai Hamid lebih baik.
Dengan langkah gontai akhirnya Hamid meninggalkan pewawancara dan menggerutu dalam benak hati “mengapa pewawancara memiliki sikap primordialisme yang lebih sehingga ia mementingkan suku bangsanya sendiri yang tidak kualitas dibanding orang di luar bangsanya yang memiliki kualitas lebih baik”.
(Sumber: Amiek Sugiarti. 2006. Acuan Pengayaan Sosiologi. Solo: HaKa MJ).

1.    Bagaimana tanggapan kalian dengan kasus yang dialami Hamid?


 TUGAS 3
2) KENYATAAN DI MASYARAKAT

Sudah menjadi fakta sosiologis bahwa adanya kemajemukan atau keragaman Kepulauan Indonesia menyimpan pluralisme etnis suku, agama, bangsa, tradisi, dan adat istiadat. Tidak mengherankan apabila di Indonesia banyak terjadi tragedi kemanusiaan yang demikian memilukan. Konflik berbau sara (suku, agama, ras, dan adat), serta konflik bersenjata di beberapa daerah, teror bom terjadi di Aceh, Ambon, Papua, Kupang, dan beberapa daerah
lainnya adalah realitas empiris konflik etnis yang mengancam integrasi bangsa.
Seiring dengan hal tersebut, negara diharapkan menjadi wadah penyelamat juga mengalami kekacauan dengan membudayanya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di jajaran birokrasi. Sementara itu keadilan, kemiskinan atau ketimpangan sosiopolitik
ekonomi masyarakat semakin tinggi. Hal ini memberi isyarat bahwa keinginan untuk membangun masyarakat berperadaban (civil society) dan keadilan sosial masih jauh.
(Sumber: www.waspada.co.id)

Cobalah untuk berpikir kritis dalam menganalisis dan mengkaji kasus di atas dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini.

2.    Wacana di atas menggambarkan keadaan bangsa Indonesia saat ini di tengah keragamannya. Setujukah kamu dengan isi wacana tersebut?
3.    Berkaitan dengan keragaman etnis, ras, suku bangsa, agama, budaya, dan lain-lain yang ada, dapatkah bangsa Indonesia membentuk masyarakat multikultural yang damai  di tengah kondisi tersebut di atas?
4.    Sebagai seorang yang peduli dengan kondisi bangsa, kemukakanlah solusi untuk mencapai masyarakat multikultural yang damai di Indonesia!
5.    Sebagai upaya menyebarluaskan multikulturalisme, pentingkah pendidikan multikultural itu?





Nama kelompok: .........................
Anggota: 1. ..................................
2. ..................................
3. ..................................

Jawaban:
1.        ........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
2.        ........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
3.        .........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
4.        ........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
5.        .......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................

Kunci jawaban (Skor maksimal 50):
1.    Kasus seperti yang dialami Hamid adalah gambaran nyata, bahwa masih ada permasalahan ketidaksamaan cara pandang seseorang tentang kemajemukan atau kebhinekaan di dalam masyarakat yang multikultural. Sangat disayangkan hal seperti ini (primordial) terjadi di tengah era globalisasi dewasa ini. (Skor nilai: 10)
2.    Saya tidak setuju. Karena perlakuan yang dialami Hamid tersebut, tentu saja bisa mencederai nilai-nilai sportivitas dan prestasi. Karena akan semakin tidak jelas (objektif) batasan yang diberikan masyarakat terhadap nilai need for achievement, juga bisa menumbuhkan perilaku primordialisme, sikap etnosentrisme, perilaku diskriminatif dan prasangka buruk (stereotip),  terhadap etnis, ras,suku bangsa, agama, atau budaya tertentu. (Skor nilai: 9)
3.    Bangsa Indonesia dengan adanya kondisi keberagaman dalam etnis, ras, suku bangsa, agama, dan budaya bisa saja menjadi masyarakat multikultural yang damai. Namun perbedaan-perbedaan yang disikapi dengan antisipasi justru akan menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan banyak orang. (Skor nilai: 6)
4.    Beberapa solusi untuk mencapai masyarakat multikultural yang damai di Indonesia:
·      Menggunakan kearifan lokal
Ada sisi positif dan negatif dari kehadiran ratusan suku bangsa di Indonesia. Selain bisa memperkaya khazanah kebudayaan nasional, juga menjadi pemicu munculnya disintegrasi sosial. Sering kita dengar terjadinya perang antarsuku atau konflik sosial antaretnis di Indonesia. Ada banyak alasan yang mendasarinya. Tetapi, yang menarik adalah ternyata banyak suku bangsa yang mempunyai
mekanisme atau cara di dalam menyelesaikan permasalahan itu.
·      Menggunakan kearifan nasional
Pada saat kita dihadapkan pada beragam konflik dan sengketa yang terjadi di antara etnis atau suku bangsa yang ada di Indonesia, belajar dari sejarah adalah cara yang paling tepat. Pada masa penjajahan Belanda kita merasakan betapa sulit merangkai nilai persatuan untuk sama-sama menghadapi bangsa penjajah. Hingga ketika kita mulai menyadarinya di tahun 1928. Saat itu kita mengakui Indonesia sebagai identitas bersama, yang mampu mengatasi sejumlah perbedaan kebudayaan di antara suku bangsa yang ada. Nasionalisme Indonesia pun terbentuk dalam wujud pengakuan bahasa, tanah air, dan kebangsaan. Dampaknya adalah perjuangan menghadapi kolonialisme Belanda semakin menampakkan hasilnya.
Puncak dari pencarian identitas itu ditemukan pada saat Pancasila disepakati sebagai dasar negara dan petunjuk/arah kehidupan bangsa. Kompleksitas keragaman masyarakat dan budaya di Indonesia pun bisa diakomodasi bersama. Dasar negara inilah yang digunakan oleh para founding fathers kita pada saat mendirikan sebuah negara nasional baru. Disebut negara nasional karena negara Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang bisa hidup berdampingan dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Skor nilai: 15)
5.      Penting sekali. Pendidikan multikultural digalakkan untuk mencegah semakin tingginya konflik etnis. Dan materi ini adalah sebagian kecil dari pendidikan multikultural. Melalui materi ini kita menjadi semakin peduli dan mau mengerti serta tidak mempertajam perbedaan. Melalui kita yang berwawasan multikultural akan membentuk masyarakat Indonesia yang multikultural menjadi masyarakat multikultural yang damai. (Skor nilai: 10)


 LP2: PENILAIAN AFEKTIF (pengembangan karakter)

No.
Nama Siswa
Aspek yang Dinilai
Skor/ Jumlah
1
2
3
4
1
Dermi Samosir
3
3
4
3
13
2
Haholongan Simanjuntak
3
3
4
3
13
3
Jefrisoni Silitonga
3
3
4
3
13
4
Leonnardo Sijabat
3
3
4
3
13
5
Marta GS Siagian
3
3
4
3
13
6
Martinus Telaumbanua
3
3
4
3
13
7
Rosmaidar
3
3
4
3
13
8
Rosmawati
3
3
4
3
13
9
Supriliwati
3
3
4
4
14
10
Winni Yusra
3
3
4
4
14

Aspek yang dinilai:
  1. rasa kebanggaan
  2. rasa percaya diri
  3. saling menghargai/toleransi
  4. empati

Keterangan:
BT:  Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda- tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Diberi skor 1
MT: Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda- tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten).  Diberi skor 2
MB: Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). Diberi skor 3
MK: Membudaya Karakter (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan  perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara  konsisten). Diberi skor 4


________________, ____ Maret 2013
                                                                              Guru Mata Pelajaran



                                                                                                             JR SIREGAR, S.Sos.
                                                                                                                               NIP.________________




BAHAN AJAR
MASYARAKAT MULTIKULTURAL

PETA KONSEP





Indonesia adalah salah satu negara multikultural terbesar di dunia. Keadaan  ini dapat dilihat dari sosio kultur maupun geografis yang begitu luas dan beragam dalam suku, agama, ras dan budaya.

            Tilaar (2004:5) mengungkapkan bahwa keragaman tersebut diakui atau tidak, akan dapat menimbulkan berbagai persoalan yang sekarang dihadapi bangsa ini. Seperti korupsi, kolusi, nepotisme, premanisme, perseteruan politik, kemiskinan,  kekerasan, separatisme, perusakan lingkungan, hilangnya rasa kemanusiaan untuk selalu menghargai hak-hak orang lain, dan sikap primordialisme yang berlebihan pada kelompoknya sendiri sebagai bentuk nyata dari multikultural itu.
Keanekaragaman budaya dalam kehidupan masyarakat dapat terlihat dari perbedaan kepentingan yang dimiliki masing-masing kebudayaan. Sikap atau perilaku untuk mempertahankan pola tindakan dan cara hidup masing-masing dari anggota masyarakat akan menimbulkan primordialisme.
Primordialisme artinya perasaan kesukuan yang berlebihan. Menganggap suku bangsanya sendiri yang paling unggul, maju, dan baik. Sikap ini tidak baik untuk dikembangkan di masyarakat yang multikultural seperti Indonesia. Apabila sikap ini ada dalam diri warga suatu bangsa, maka kecil kemungkinan mereka untuk bisa menerima keberadaan suku bangsa yang lain. (BSE, Sosiologi Kelas XI hlm.78)

 ·           menjelaskan pengertian masyarakat multikultural
             Menurut C.W. Watson (1998) dalam bukunya Multiculturalism, membicarakan masyarakat multikultural adalah membicarakan tentang masyarakat negara, bangsa, daerah, bahkan lokasi geografis terbatas seperti kota atau sekolah, yang terdiri atas orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dalam  kesederajatan. (BSE, Sosiologi Kelas XI hlm.77)
            Pada dasarnya suatu masyarakat dikatakan multikultural jika dalam masyarakat tersebut memiliki keanekaragaman dan perbedaan. Keragaman dan perbedaan yang dimaksud antara lain, keragaman struktur budaya yang berakar pada perbedaan standar nilai yang berbeda-beda, keragaman ras, suku, dan agama,  keragaman ciri-ciri fisik seperti warna kulit, rambut, raut muka, postur tubuh, dan lain-lain, serta keragaman kelompok sosial dalam masyarakat.

·           menjelaskan pengertian multikulturalisme
            Ide multikulturalisme menurut Taylor merupakan suatu gagasan untuk mengatur keberagaman dengan prinsip-prinsip dasar pengakuan akan keberagaman itu sendiri (politics of recognition). Gagasan ini menyangkut pengaturan relasi antara kelompok mayoritas dan minoritas, keberadaan kelompok imigran, masyarakat adat, dan lain lain. (BSE, Sosiologi Kelas XI hlm.80)
            Sedangkan Parsudi Suparlan mengungkapkan bahwa multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan. Oleh karena itu, konsep multikulturalisme tidaklah dapat disamakan dengan konsep keanekaragaman secara suku bangsa (ethnic) atau kebudayaan suku bangsa yang menjadi ciri khas masyarakat majemuk, karena  multikulturalisme menekankan kebudayaan dalam kesederajatan. (BSE, Sosiologi Kelas XI hlm.80)
Dengan demikian, inti multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan, tanpa mempedulikan perbedaan budaya, etnis, gender, bahasa, ataupun agama. Sedangkan fokus multikulturalisme terletak pada pemahaman akan hidup penuh dengan perbedaan sosial budaya, baik secara individual maupun kelompok dan masyarakat. Dalam hal ini individu dilihat sebagai refleksi dari kesatuan sosial dan budaya.


·           menjelaskan faktor penyebab terjadinya kemajemukan dalam masyarakat multikultural
Cobalah perhatikan peta Indonesia! Setelah melihatnya apa yang ada dalam benakmu? Terlihat Indonesia, sebagai sebuah negara yang kaya akan khazanah budaya. Beribu-ribu pulau berjajar dari ujung barat sampai ujung timur, mulai dari Sumatra hingga Papua. Setiap pulau memiliki suku bangsa, etnis, agama, dan ras masing-masing. Keadaan inilah yang menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat multikultural.
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika bisa jadi merupakan sebuah ”monumen” betapa bangsa yang mendiami wilayah dari Sabang sampai Merauke ini memang merupakan bangsa yang majemuk, plural, dan beragam.

·           menjelaskan pengaruh perubahan sosial terhadap perkembangan masyarakat multikultural
            Sebagaimana telah dijelaskan di depan bahwa keragaman suku bangsa yang dimiliki Indonesia adalah letak kekuatan bangsa Indonesia itu sendiri. Selain itu, keadaan ini menjadikan Indonesia memiliki nilai tambah di mata dunia. Namun, di sisi lain realitas
keanekaragaman Indonesia berpotensi besar menimbulkan konflik sosial berbau sara (suku, agama, ras, dan adat). Oleh karena itu, kemampuan untuk mengelola keragaman suku bangsa diperlukan guna mencegah terjadinya perpecahan yang mengganggu kesatuan bangsa.
            Konflik-konflik yang terjadi di Indonesia umumnya muncul sebagai akibat keanekaragaman etnis, agama, ras, dan adat, seperti konflik antaretnis yang terjadi di Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Papua, dan lain-lain.

·           menjelaskan perbedaan kelompok-kelompok sosial di masyarakat.
            Inilah Indonesia. Sebagai bangsa, Indonesia memiliki banyak keunikan. Letak geografisnya, menjadikan Indonesia terdiri atas 13.000 lebih gugusan pulau. Setiap pulau memiliki adat, budaya, bahasa, dan kebiasaan yang berbeda-beda. Karenanya, Indonesia dikatakan sebagai masyarakat multikultural. Melihat kondisi tersebut, Indonesia memiliki bermacam-macam kelompok sosial yang diwujudkan dalam keanekaragaman suku bangsa.

Comments

One Response to “LESSON PLAN SOCIOLOGY (Masyarakat Multikultural)”

  1. FRANS SIREGAR
    May 25, 2016 at 6:46 PM

    mantap euy...

Leave a Reply

The Teachers

The Teachers

GURARU

BPPTIK

PUSLITBANG KEMENDIKBUD

KEMENDIKBUD

DITJEN P2TK DIKMEN

PADAMU NEGERI

SERGUR

BSNP

JARDIKNAS

PUSTEKKOM

BSE

BIDIK MISI

RUMAH BELAJAR

TVE

INDONESIA MENGAJAR

GEBYAR TIK JAMBI 2016

I NOT STUPID

TAARE ZAMEEN PAR

3 IDIOTS

MR. HOLLAND'S OPUS

MESTAKUNG

OLIMPIADE SOSIOLOGI UNNES 2013

LCC SOSIOLOGI 2014

Followers

My fellows

GUEST BOOK