Prof. YOHANES SURYA, PhD.

Posted on | Saturday, February 1, 2014 | No Comments


"Carikan saya anak yang paling bodoh dari Papua,
akan saya latih"
Prof. Yohanes Surya PhD. yang dilahirkan di Jakarta 6
Nopember 1963 ini, tidak asing lagi bagi telinga kita
karena telah melahirkan segudang prestasi di tingkat
internasional. Profesor lulusan College of William and
Mary, Jurusan Fisika dari USA, dibawah bimbingan
beliau, pelajar dari Indonesia telah mampu berbicara di
tingkat dunia. 54 medali emas, 33 medali perak dan 43
medali perunggu telah diraih pelajar Indonesia didalam
berbagai lomba olimpiade tingkat internasional. Bahkan
pada tahun 2006, Pelajar Indonesia menjadi juara dunia,
mengalahkan 86 negara.
 

Hari ini beliau banyak berbincang dengan anggota PPI
Kyoto, di Universitas Kyoto, Jepang. Beliau bercerita
rahasia resepnya untuk menjadi seorang pengajar yang
luar biasa. Mengapa luar biasa? Tentu saja, karena
sudah membuat Pelajar Indonesia menjadi Juara Dunia
di bidang Fisika.
 


Tetapi yang menarik buat saya adalah, beliau
mengatakan bahwa orang Indonesia itu cerdas, jika
diberi kesempatan dan dilatih dengan baik. Beliau
mengatakan, ”tidak ada anak yang bodoh, yang ada
hanya anak yang tidak mendapat kesempatan belajar
dari guru yang baik dan metode yang benar.” Untuk
membuktikan pendapatnya ini, maka beliau pergi ke
Papua untuk mencari murid yang paling bodoh, yang
paling sering tinggal kelas, yang tidak bisa
menjumlahkan, pokoknya yang bodohnya tak ketulungan
lah kata orang Jakarta.
 

Mereka dibawa ke Jakarta, dalam tempo 6 bulan anak
anak itu sudah menguasai pelajaran kelas 1 sampai
kelas 6 SD. Ada satu orang anak yang sudah 4 tahun
tinggal kelas di kelas 2 SD, dilatih kemudian menjadi
juara nasional untuk olimpiade matematika, dan juga
menjadi juara lomba membuat robot tingkat nasional.
Banyak dari antara anak-anak Papua yang paling bodoh
itu, yang kampungnya paling terpencil, dimana semua
orang masih pakai koteka, setelah dilatih oleh guru
yang baik dan metode yang benar, setelah diberi
kesempatan, maka pada tahun 2011, anak-anak itu
menjadi juara Olimpiade Sains dan Matematika Asia ,
dengan merebut emas, perak dan perunggu.
 

Masih sungguh banyak prestasi yang dicapai Sang Guru
ini, yang tak mungkin saya ceritakan dalam tulisan
singkat ini. Tetapi cukuplah mewakili bahwa dengan
memberi kesempatan bagi anak-anak dari desa terpencil
di Indonesia, mereka bisa menjadi Juara Dunia.
Prof. Yohanes Surya PhD, setelah menyelesaikan
studinya di USA, beliau sempat kerja disana dan
ditawari berbagai hal menarik supaya tetap di USA.
Tetapi beliau memilih untuk pulang ke Indonesia untuk
berbuat sesuatu. Beliau punya mimpi 15 tahun kedepan
untuk mendidik anak-anak Indonesia yang paling
tertinggal di daerah-daerah, sehingga mereka menjadi
Doktor (PhD), 30000 doktor, yang disebar diseluruh
pelosok negeri. Jika ini terwujud, maka Indonesia akan
bisa berbicara di Tingkat Internasional, bahkan kita akan
bisa bertanding dengan negara maju seperti USA.
 

Jika anak-anak Papua bisa menjadi juara olimpiade
fisika, juara olimpiade matematika, juara membuat
robot, maka semua anak-anak Indonesia yang paling
bodoh sekalipun di seluruh nusantara, jika diberi
kesempatan dan dibimbing dengan metode yang benar,
maka sangat mungkin menciptakan 30000 doktor yang
tersebar di seluruh Indonesia, ketika itu terjadi maka
kemajuan negeri kita akan sama dengan USA, bahkan
seperti pelajar Indonesia yang juara olimpiade Fisika,
maka kita bisa jadi juara dunia, semua mungkin jika kita
berusaha. Mestakung, kata beliau, semesta akan
mendukung jika kita berusaha.
 

Apa rahasianya menjadi guru yang baik? ”guru yang
baik adalah guru yang bisa menginspirasi para
muridnya”, guru yang baik adalah guru yang bisa
mengajarkan muridnya dengan mudah, ceria dan
senang.” Metode yang diyakininya ini ternyata telah
berhasil dengan luar biasa. Selain menjadi Juara Dunia
di bidang Fisika dan Matematika, sudah banyak anak
didiknya menjadi ilmuwan dan PhD terkemuka di dunia.
Satu lagi kita sudah menjadi lawan yang tangguh di
bidang matematika dan fisika. Seumpama ini adalah
pertandingan bola, maka kita adalah Brazil atau
Jerman. Lawan yang sudah ditakuti lawan sedunia.

Comments

Leave a Reply

The Teachers

The Teachers

GURARU

BPPTIK

PUSLITBANG KEMENDIKBUD

KEMENDIKBUD

DITJEN P2TK DIKMEN

PADAMU NEGERI

SERGUR

BSNP

JARDIKNAS

PUSTEKKOM

BSE

BIDIK MISI

RUMAH BELAJAR

TVE

INDONESIA MENGAJAR

GEBYAR TIK JAMBI 2016

I NOT STUPID

TAARE ZAMEEN PAR

3 IDIOTS

MR. HOLLAND'S OPUS

MESTAKUNG

OLIMPIADE SOSIOLOGI UNNES 2013

LCC SOSIOLOGI 2014

Followers

My fellows

GUEST BOOK